Pernikahan, Anak, dan Doa untuk Pasangan Hidup Sebuah Motivasi Renungan

Pendahuluan Pernikahan adalah salah satu anugerah terbesar dalam kehidupan manusia. Setiap orang tentu mendambakan rumah tangga yang bahagia, penuh cinta, dan didominasi Tuhan. Namun, tidak sedikit pula pernikahan yang justru berakhir dalam kesedihan karena tidak dilandasi dengan kesiapan yang matang, baik lahir maupun batin. Dalam kehidupan modern yang penuh tantangan ini, kita sering kali melihat pasangan yang terburu-buru menikah tanpa memahami arti sebenarnya dari komitmen, pengorbanan, dan tanggung jawab. Oleh karena itu, berdiskusi tentang kesiapan pernikahan, tanggung jawab sebagai orang tua, dan doa untuk pasangan hidup bukanlah hal yang sepele. Tulisan ini mencoba mengangkat sisi refleksi pribadi, pengalaman batin, serta harapan masa depan yang bisa menjadi motivasi bagi siapa pun yang sedang menantikan pasangan hidup atau sedang mempersiapkan diri untuk membina keluarga. Isi 1. Pernikahan Bukan Sekedar Status, tapi Komitmen Seumur Hidup Menikah bukanlah sekedar formalitas ata...

Orang Bisa Menghargaimu Karena Dirimu Sendiri





 KATA PENGANTAR

Selamat datang di artikel “Orang Bisa Menghargaimu Karena Dirimu Sendiri". Buku ini hadir untuk membantu kamu memahami bagaimana menghargai diri sendiri menjadi kunci agar orang lain juga menghargaimu. Di dalamnya, kamu akan menemukan pemahaman tentang arti penghargaan, faktor yang mempengaruhi orang menghargaimu, nilai spiritual, kisah inspiratif tokoh yang pernah diremehkan, serta tips praktis agar dihargai dalam kehidupan sehari-hari, mingguan, bulanan, dan jangka panjang. Semoga artikel ini bisa menjadi panduan dan inspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih percaya diri, dihargai, dan mampu menghargai orang lain.












BAB I

MEMAHAMI ARTI MENGHARGAI DIRI SENDIRI, BAGAIMANA 

DIRI SENDIRI BERPERAN, DAN DAMPAK JIKA

 TIDAK DIHARGAI



1.Menghargai diri sendiri

Adalah langkah untuk menemukan kebahagiaan dan kedamaian dengan menerima diri sendiri, termasuk segala kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Dengan penerimaan diri ini, kita tidak memberi peluang kepada orang lain untuk merendahkan atau tidak menghargai kita, karena kita sudah menempatkan nilai diri kita pada posisi yang pantas.

2.Bagaimana diri sendiri berperan 

Dengan menentukan sikap dan nilai diri kita, sehingga orang lain pun bisa menghargai kita. Selain itu, melalui belajar dan berkembang untuk meningkatkan kemampuan, rasa percaya diri dan penghargaan terhadap diri sendiri juga akan meningkat.

3.Dampak jika tidak dihargai 

Saat seseorang tidak dihargai, akibatnya bisa berpengaruh kepada aspek kehidupan, baik emosional, mental,maupun sosial. Akibatnya, bukan saja mempengaruhi perasaan saat ini, tetapi juga bisa berdampak pada kesejahteraan dan produktivitas di masa depan.



Dampak-dampaknya sebagai berikut:

a.Meningkatkan stres

Tidak dihargai seringkali membuat orang frustasi, sedih, dan marah yang berkepanjangan. Kestresan ini bisa mempengaruhi kesehatan mental, membuat orang sulit mengambil keputusan, dan memicu kelelahan psikologis. Saat stres meningkat, orang cenderung sulit fokus dalam menghadapi tantangan.

b.Menurunnya rasa percaya diri

Tidak dianggap bisa membuat seseorang meragukan kemampuan dan nilai diri sendiri. Orang mulai merasa tidak pantas atau tidak berharga, yang pada akhirnya memicu sikap, perilaku, dan cara berinteraksi dengan orang lain.

c.Kehilangan semangat dan motivasi

Ketika pengorbanan seseorang tidak dihargai, semangat untuk kerja bisa menurun. Mungkin menjadi kurang motivasi untuk mencoba hal-hal baru, dan belajar menghadapi rintangan, karena merasa usaha dan pengorbanan tidak dihargai.

d.Merasa tidak berharga

Tidak dihargai bisa membuat orang merasakan kekosongan atau kehilangan arti diri. Perasaan ini bisa membuat orang menarik diri dari lingkungan sosial, sulit membangun hubungan yang sehat, dan menurunkan kualitas interaksi dengan orang lain

e.Menurunnya produktivitas

Emosi dan mental yang ada akibat tidak dihargai secara langsung mempengaruhi produktivitas. Orang bisa menjadi kurang fokus, lambat mengambil keputusan, atau tidak memberikan yang terbaik, karena tidak ada motivasi dalam diri.

Dengan mengetahui dampak-dampak dari tidak dihargai, kita sadar bahwa pentingnya menghargai diri sendiri dan meningkatkan nilai kita, itu dari diri sendiri. Menghargai diri bukan hanya membuat kita lebih bahagia, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri,  menjaga kesehatan mental, memberikan kekuatan, meningkatkan produktivitas, dan membangun hubungan yang baik dengan orang lain.

Baca juga artikel penyebab orang tidak menghargai waktu






BAB II 

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMBUAT ORANG MENGHARGAI, FAKTOR-FAKTOR

YANG MEMBUAT ORANG TIDAK MENGHARGAI, TANDA-TANDA

ORANG BENAR-BENAR MENGHARGAI, DAN CARA

MENINGKATKAN DIRI AGAR DIHARGAI




1.Faktor-faktor yang membuat orang menghargai

1.Kepribadian yang baik

Adalah sikap jujur yang dapat dipercaya dan memiliki kerendahan hati yang peduli terhadap orang-orang yang membutuhkan bantuan dan perhatian.

2.Cara Memperlakukan Orang Lain

Sikap yang menghargai dan menghormati orang lain tanpa melihat siapa dia dan, mendengar pendapat orang lain.

3.Kemampuan dan Kompetensi

Orang yang punya kemampuan dan pengetahuan tidak pelit, melainkan berbagi dengan orang lain, dan itu buat orang respek.

4.Totalitas dan Konsistensi

Perkataan dan perbuatan harus sejalan karena menunjukkan siapa kamu dan nilai diri yang tidak mudah diremehkan, serta meningkatkan kepercayaan orang lain terhadap diri-mu.

2.Faktor-faktor yang Membuat Orang Tidak Menghargai

1.Kurangnya Penghargaan terhadap Diri Sendiri

Seseorang yang tidak menghargai diri sendir dengan selalu meragukan diri, berbicara seolah-olah ia tidak mampu, orang lain bisa saja jadikan itu sebagai senjata yang bisa digunakan untuk tidak menghargai. Karena senjata itu diciptakan dari diri sendiri.

2.Sikap tidak jujur

Perilaku yang tidak jujur bisa membuat seseorang kehilangan apresiasi dari orang lain dan juga menghilangkan kepercayaan orang lain terhadap diri.

3.Sikap tidak peduli pada orang lain

Sikap tidak peduli pada orang lain bisa memberikan dampak hilangnya penghargaan, karena orang yang acuh dan kurang menunjukkan kepedulian seringkali dipandang mementingkan diri sendiri serta tidak bisa membangun hubungan sosial yang baik. Kurangnya kepedulian membuat orang lain merasa tidak dihargai, sehingga memicu sikap saling menjauh dan berkurangnya rasa respek terhadap individu tersebut.

4.Bergantung pada penilaian orang lain

Keterikatan pada penilaian orang lain bisa menurunkan penghargaan terhadap diri, karena perilaku tersebut mencerminkan kurangnya kepercayaan diri, tidak ada pendirian, serta gampang dipengaruhi oleh orang lain. Akibatnya, individu dinilai tidak autentik dan rasa hormat dari orang lain pun semakin berkurang.

5.Kurangnya interaksi dengan orang lain

Ketidaktertarikan sosial dengan orang lain bisa menyebabkan tidak dianggap penting, karena individu yang jarang berkomunikasi biasanya dipersepsikan sebagai pribadi tertutup, tidak peduli, dan sulit bekerja sama. Keadaan ini menghalangi terbentuknya relasi yang rukun, sehingga rasa hormat maupun penghargaan dari kompleks cenderung berkurang.

6.Sulit mengendalikan emosi

Ketidakmampuan dalam mengendalikan diri dapat mengurangi penghargaan yang diterima seseorang. Individu yang mudah marah atau menunjukkan reaksi berlebihan sering dipandang kurang bijaksana, tidak masuk akal, serta sulit diajak bekerja sama. perilaku ini menimbulkan ketidaknyamanan dalam interaksi sosial, sehingga respek dan penghargaan dari orang lain berkurang.

3.Tanda-tanda orang benar-benar menghargai

Mencintai diri sendiri hal yang paling utama, namun juga perlu mengetahui bagaimana orang lain benar-benar menghargai. Dengan mengenali tanda-tandanya, dapat membedakan antara dihargai dengan tulus dan tidak tulus.

Tanda-tanda dihargai dengan tulus:

1.Mendengarkan dengan sungguh-sungguh

Menyimak dengan sungguh-sungguh artinya memberikan perhatian penuh pada lawan bicara dengan fokus, menatap mata, serta menghindari gangguan lain. Sikap ini terlihat dari kesabaran untuk tidak memotong pembicaraan, merespons dengan anggukan atau kata

singkat seperti “iya” dan “saya mengerti”.Dengan begitu, pembicara merasa dihargai.

2.Memberi respek dalam perkataan dan tindakan.

Perkataan yang sopan, sikap menghormati pendapat, serta tindakan yang tidak meremehkan adalah bukti seseorang benar-benar menghargai. Orang yang tulus tidak akan sengaja menyinggung ataupun meremehkan, tetapi menjaga perasaan dan menunjukkan respek.

 3.Mengakui kontribusi dan usaha

Mereka bukan hanya saja mengakui hasil akhir, tetapi juga menghargai setiap proses dan usaha yang dilakukan. Sikap ini menunjukkan respek terhadap pengorbanan serta kerja keras.

4.Mengakui kontribusi dan usaha

Orang yang menghargai akan bersedia memberikan motivasi dan bantuan saat dibutuh, tanpa merasa terbebani. Dukungan ini bisa bersifat emosional, moral, maupun praktis.

5.Menjaga batasan dan privasi

Mereka memahami batasan tanpa memaksakan keinginan pribadi. Menghargai privasi serta menghormati setiap keputusan yang kita ambil merupakan tanda nyata bahwa mereka menilai dan menghormati nilai diri kita.

6.Memberi Umpan Balik yang Konstruktif

Orang yang benar-benar menghargai kita akan menyampaikan saran atau kritikan dengan cara yang membangun, bukan untuk yang menjatuhkan. Sikap ini menunjukkan rasa hormat yang mendukung kemajuan dan untuk membantu kita.

7.Menunjukkan Konsistensi dan Kejujuran

Tindakan mereka sejalan dengan perkataan yang diucapkan. Tidak berubah ini mencerminkan integritas dan rasa hormat yang tulus, bukan sekadar basa-basi.

Tanda-tanda tidak dihargai dengan tulus:

1.Hanya manis di mulut

Artinya seseorang kelihatan ramah dan kerap memberi pujian atau kata-kata manis, tetapi perbuatannya tidak sejalan dengan ucapannya. Mereka terlihat menghargai di depan, tetapi tindakannya seringkali bertolak belakang, sehingga sulit dipercaya. Dengan kata lain, penghargaan yang diberikan bersifat palsu dan hanya basa-basi tanpa kejujuran.

2.Tidak konsisten

Berarti sikap seseorang berubah-ubah tergantung situasi atau kepentingannya. Kadang mereka tampak menghormati dan menghargai, tetapi di waktu lain bisa meremehkan atau bersikap sebaliknya. Ketidakkonsistenan bisa membuat sulit menilai ketulusan mereka, karena penghargaan yang diberikan tidak stabil dan sering bergantung pada keuntungan pribadi.

3.Bersikap baik saat ada maunya

Artinya seseorang hanya menunjukkan sikap ramah, sopan, saat mereka membutuhkan sesuatu  atau menghargai pas ada maunya. Ketika tidak ada kepentingan, perilaku baik tersebut hilang, dan mereka bisa bersikap acuh atau bahkan meremehkan. Sikap ini menandakan bahwa penghargaan yang diberikan tidak tulus, melainkan bersifat kooperatif.

4.Membandingkan atau merendahkan secara halus

Membandingkan atau merendahkan secara halus berarti kedengaran menghargai, namun kata-katanya menyelipkan sindiran atau perbandingan yang menjatuhkan, sehingga penghargaan tersebut tidak tulus.

5.Berubah di hadapan orang lain

Berubah di hadapan orang lain”artinya seseorang tampak sopan dan menghargai di depan banyak orang, tetapi bersikap berbeda atau acuh saat hanya berdua, menunjukkan penghargaan yang tidak tulus.

6.Cepat menunjukkan wajah asli saat kecewa

Artinya seseorang yang tampak menghargai segera berubah sikap saat keinginannya tidak terpenuhi, menunjukkan bahwa penghargaan yang diberikan tidak tulus.

4.Cara meningkatkan diri agar dihargai

Agar orang bisa menghargai kita, dengan langkah utama adalah kita harus menghargai diri sendiri. Berikut caranya:

1.Kenali nilai dan kelebihanmu

Menyediakan waktu untuk mengetahui apa yang membuatmu berbeda dari orang lain dan berharga. Awali dengan mencatat kemampuan dan sifat positif yang kamu miliki. Skill kerja: seperti mengatur waktu, mengevaluasi dan menulis. Kemampuan interpersonal: seperti komunikasi efektif, dan bisa kerjasama dengan orang lain, Sifat pribadi: misalnya sabar, peduli, kreatif, dan ceria.

2.Tunjukkan Percaya Diri Secara Sehat

Percaya diri tidak berarti merendahkan diri dan berpura-pura menjadi orang lain. Perlihatkan dirimu apa adanya dengan sikap yang tulus dan yakin pada kemampuanmu. Melalui percaya diri yang sehat, orang lain akan lebih mudah menghargai kamu dan menilai kompetensi dengan positif

3.Tingkatkan kemampuan dan kompetensi

Selalu sediakan waktu belajar untuk meningkatkan kemampuan, baik di bidang pekerjaan, hobi, maupun minat pribadi. Belajar hal baru dan terus berkembang menunjukkan dedikasi dan profesionalisme. Orang cenderung menghargai mereka yang konsisten mengasah diri dan tidak berhenti belajar.

4.Jaga Integritas dan Konsistensi

Menepati janji, jujur, dan konsisten. Orang sangat mudah percaya padamu. Hargai dan hormati orang lain lewat sikapmu akan dibalas dengan hal yang sama.

5.Kelola Emosi dan Konflik dengan Baik

Kendalikan diri saat menghadapi perbedaan pendapat atau masalah. Mengendalikan emosi dan menghindari konflik yang berlebihan menunjukkan kedewasaan dan membuat orang lebih menghargai kamu.



BAB III

PENGHARGAAN DALAM HUBUNGAN CINTA DAN PERSAHABATAN, NILAI

SPIRITUAL DALAM MENGHARGAI DAN TOKOH INSPIRATIF YANG

 PERNAH DIREMEHKAN TAPI AKHIRNYA DIHARGAI.



1.Penghargaan dalam hubungan cinta dan persahabatan 

  1.Pasangan benar-benar menghargai

     Pasangan yang menghargai itu seperti seseorang yang selalu mendengarkan dengan 

     penuh perhatian, menghormati keputusanmu, dan menghargai waktu serta usaha yang

     kamu berikan. Mereka tidak memaksamu melakukan hal yang tidak kamu inginkan dan 

     selalu berusaha memahami perasaanmu, sehingga kamu merasa nyaman, aman, dan    

     dihargai dalam hubungan.

 2.Teman yang benar-benar menghargai

Teman yang menghormati itu seperti seseorang yang selalu ada saat kamu membutuhkan, mendengarkan keluh kesahmu tanpa menghakimi, dan menghormati batasan serta pilihanmu. Mereka menghargai keberadaanmu, berterima kasih atas bantuan atau perhatian yang kamu berikan, dan membuat hubungan persahabatan terasa saling mendukung dan penuh pengertian.

3.Apa yang harus dilakukan jika diremehkan oleh pasangan/teman

Harus tetap menjaga harga diri dan bersikap tegas dengan cara yang baik. Jangan langsung marah atau tersinggung, tapi sampaikan perasaanmu dengan jelas dan sopan, misalnya menjelaskan bahwa perkataan atau sikap mereka membuatmu merasa tidak dihargai. Tetap tenang, jangan membalas dengan meremehkan mereka, karena itu hanya memperburuk situasi. Jika perilaku meremehkan terus terjadi, pertimbangkan untuk memberi jarak atau menilai kembali hubungan tersebut, karena hubungan yang sehat selalu dibangun atas dasar saling menghargai dan menghormati. Dengan bersikap tegas namun dewasa, kamu menunjukkan bahwa kamu menghargai dirimu sendiri dan menuntut perlakuan yang layak dari orang lain

4.Tips Menjaga Hubungan yang Sehat

Jaga komunikasi tetap terbuka dan jujur, saling menghargai dan menghormati, serta tunjukkan kepercayaan dan konsistensi. Bersikap empati saat ada masalah, dan beri ruang pribadi agar hubungan tetap seimbang. Dengan begitu, hubungan cinta atau persahabatan akan harmonis, saling mendukung, dan langgeng.

2.Nilai Spiritual dalam menghargai

1.Menghargai adalah bagian dari ajaran moral dan agama ketika kamu menghargai keyakinan atau iman seseorang, kamu menunjukkan respek terhadap identitas dan nilai-nilai yang mereka pegang. Sikap ini membuat mereka merasa diterima, dihormati, dan dianggap keberadaannya. Menghargai iman bukan berarti harus setuju dengan semua keyakinan mereka, tetapi memberi ruang bagi mereka untuk berpraktik dan mengekspresikan kepercayaannya dengan aman. Dengan menghargai iman, kamu turut membangun hubungan yang penuh pengertian, saling menghormati, dan memperkuat rasa percaya diri serta harga diri orang lain.

2.Menghargai iman membantu seseorang merasa berharga 

menghargai orang lain bukan hanya soal sopan santun, melainkan juga merupakan prinsip penting dalam ajaran moral dan agama. Setiap agama mengajarkan untuk menghormati sesama, berlaku adil, dan menunjukkan empati, karena menghargai orang lain mencerminkan kebaikan hati dan karakter yang mulia. Dengan menerapkan sikap menghargai dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tidak hanya membangun hubungan yang harmonis, tetapi juga menjalankan nilai-nilai moral dan spiritual yang menjadi pedoman hidup.

3.Hubungan antara rasa syukur dengan penghargaan

Rasa syukur membuat kita lebih menghargai orang dan hal-hal di sekitar kita, sementara menghargai orang lain juga menumbuhkan rasa syukur. Keduanya saling memperkuat, sehingga hubungan menjadi lebih harmonis dan penuh respek.

4.Tips Menghargai dalam Kehidupan Sehari-hari

Hargai orang lain sesuai ajaran moral dan agama dengan menunjukkan respek, berlaku adil, dan bersikap empati. Hormati keyakinan dan iman  mereka, berikan ruang bagi mereka untuk kepercayaannya sehingga merasa dihargai dan berharga. Selain itu, tanamkan rasa syukur dengan menyadari kebaikan orang dan hal-hal positif di sekitarmu, ucapkan terima kasih, dan hargai kontribusi mereka. Dengan kebiasaan ini, hubungan dengan orang lain akan lebih harmonis, saling mendukung, dan penuh penghargaan.

3.Tokoh inspiratif yang pernah diremehkan tapi akhirnya dihargai

    1.Kisah nyata Albert Einstein dan Oprah Winfrey

 Albert Einstein sempat dianggap lambat belajar saat kecil, dan Oprah Winfrey menghadapi masa sulit yang membuat banyak orang meremehkannya. Namun, ketekunan dan kerja keras mereka akhirnya membuat mereka diakui dan dihormati dunia. Kisah ini mengingatkan kita bahwa penghargaan sejati datang dari usaha dan dedikasi, bukan penilaian orang lain.

2.Bagaimana cara mereka bangkit walaupun pernah tidak dihargai

Albert Einstein terus menekuni ilmu dan menemukan teori yang mengubah dunia, sedangkan Oprah Winfrey fokus mengembangkan bakatnya dan membangun karir luar biasa. Kisah mereka mengajarkan bahwa keyakinan pada diri sendiri, kerja keras, dan pantang menyerah adalah kunci untuk dihargai dan sukses.

3.Pelajaran dari kisah Albert Einstein dan Oprah Winfrey

Kisah mereka mengajarkan beberapa hal penting:

  • Jangan biarkan penilaian orang lain menentukan nilai dirimu dan setiap orang punya potensi unik yang kadang tidak langsung terlihat. Ketekunan dan kerja keras akan membuahkan hasil meskipun awalnya banyak tantangan dan keraguan.

  • Percaya pada diri sendiri dan terus belajar dari pengalaman membantu mengubah kesulitan menjadi kesuksesan.

  • Belajar dari pengalaman gunakan setiap kesulitan sebagai pelajaran untuk berkembang dan memperbaiki diri.

  • Fokus pada tujuan tetap fokus pada bakat, passion, dan tujuan hidupmu.

Dengan meneladani sikap mereka, kita bisa menghadapi tantangan, tetap percaya diri, dan menghargai proses dalam meraih penghargaan serta kesuksesan.


BAB IV

ALASAN MENGAPA HARUS DIHARGAI, TRIK 

AGAR DIHARGAI DAN CONTOH KASUS



1. Alasan mengapa harus dihargai 

   Dihargai membuat kita merasa layak, meningkatkan kepercayaan diri, membangun   

   hubungan harmonis, memotivasi diri, dan menciptakan lingkungan yang positif.

2.Trik agar dihargai

  • Sehari-hari: Ucapkan terima kasih, bersikap sopan, menepati janji, dan dengarkan orang lain.

  • Mingguan: Refleksi diri, beri pujian tulus, dan bantu orang lain.

  • Bulanan: Evaluasi hubungan, tetapkan tujuan kecil untuk lebih menghargai, dan rayakan pencapaian diri maupun orang lain.

  • Jangka panjang: Konsisten menghargai diri dan orang lain, bangun reputasi yang baik, terus belajar, dan ciptakan visi hidup yang selaras dengan nilai penghargaan.

Dengan menerapkan trik ini, penghargaan bukan hanya datang dari orang lain, tapi juga dari diri sendiri dan membuat hidupmu lebih harmonis dan bermakna.

Baca juga artikel 5 Cara Efektif Menghargai Waktu dan Meningkatkan Produktivitas


3.Contoh Nyata/Mini Studi Kasus

  • Di Lingkungan Kerja: Seorang karyawan bernama Rina selalu menghargai pendapat rekan kerjanya dan menepati janji. Akibatnya,rekan-rekannya lebih terbuka untuk bekerja sama dengannya, ide-idenya lebih dihargai, dan tim menjadi lebih produktif.

  • Dalam Persahabatan: Andi selalu mendengarkan teman-temannya ketika mereka curhat dan memberikan apresiasi atas bantuan yang mereka lakukan. Teman-temannya pun merasa nyaman, lebih terbuka, dan hubungan persahabatan menjadi lebih erat

  • Dalam Kehidupan Sehari-hari: Seorang pemimpin komunitas yang konsisten menghargai setiap kontribusi anggota, sekecil apa pun, berhasil membangun budaya positif dan rasa kebersamaan yang kuat.


KESIMPULAN


Judul artikel ini sudah menunjukkan inti pesannya orang bisa menghargaimu karena bagaimana dirimu sendiri. Dengan menghargai diri sendiri, menumbuhkan rasa syukur,  dan bersikap empati kepada orang lain, kita membangun hubungan yang harmonis dan bermakna. Ingat, penghargaan tidak datang dari luar saja, tetapi juga dari cara kita menghargai diri sendiri dan orang disekitar kita. Terapkan tips sehari-hari, mingguan, bulanan, dan jangka panjang yang dibahas di artikel ini, dan lihat bagaimana hidupmu menjadi lebih positif, dihormati, dan penuh makna.



© 2025 Aysa Mafalda. Semua hak cipta dilindungi. Artikel ini tidak boleh disalin tanpa izin.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenali Tujuan Hidup Bisa Memberikan Kebahagiaan dan Kesuksesan

Penyebab Orang Tidak Menghargai Waktu